Azwar

Berbagi cerita dan informasi

Mulut manuk, mikat burung.

Sabtu ini saya memilih untuk berkunjung ke rumah penjual nasi goreng yg berasal dari daerah saya. Kami tidak sengaja kenal. Tujuan saya berkunnung adalah untuk menanyakan rumah yang akan dikontrakkan.

Akhirnya saya ketemu dg penjual nasi goreng tersebut. Setelah muter-muter liat rumah yg  dikontrakkan akhirnya kami istirahat. Saya bertanya, ada acara apa siang nanti, dijawabnya mau pergi nyari burung dg cara mulut. Wow saya penasaran dg proses mulut tersebut. Akhirnya saya diajak.

Ternyata begini cara mulut burung. Pertama siapkan kayu kecil atau bambu yang sudah diolesi getah nangka atau pulut. Kemudian siapkan hp dg file mp3 suara burung. Caranya, taruh kayu / bambu yg diolesi pulut tadi di atas pohon, letakkan secara melintang. Setelah itu mainkan file mp3 suara burung pada hp anda. Dan letakkan hp anda di pohon, hati-hati ya jgn sampe hp nya jatuh. Setelah itu anda tinggalkan dan awasi dari jarak agak jauh.

Perlahan-lahan, banyak burung yg mulai berdatangan. Anda perhatikan dari jauh, apakah burung tersebut hinggap di batang kayu yg sudah diberi pulut itu. Jika burungnya hinggap di batang pulut tersebut biasanya burungnya tidak bisa terbang karena lengket. Dalam keadaan terpulut seperti itu biasanya burung tsb akan tergelantung ke bawah. Jika anda melihatnya, segera ambil burung tsb dan bersihkan pulut dari kakinya.

Demikian cara memulut yang saya dapatkan. Hanya itu yg bisa saya share, berhubung saya hanya pengalaman sekali dan itu pun cuma melihat. Hehehe…

Ini dia burung yg berhasil ditangkap oleh teman saya penjual nasi goreng tersebut.

image

Bulan Puasa 2013

Halo teman-teman semua.

Sepertinya besok adalah awal bulan puasa. Kita tunggu saja keputusan hasil musyawarah yang diselenggarakan oleh pemerintah dan dilaksanakan oleh para ulama.

Mohon maaf apabila ada salah-salah kata atau salah-salah tulisan. Semoga kita bisa menjalani bulan puasa ini dengan penuh keihlasan, dan mendapatkan ridho dari Allah Subhanahu Wa Ta’la.

Maka dengan ini saya ucapkan :

Selamat Menunaikan Ibadah Puasa

HMVC Design Patern tidak dapat menggantikan Source Code Management

Pada artikel ini saya ingin membahas mengenai Design Patern pada Software Development yang saat ini sedang naik daun, nama Design Patern itu adalah HMVC.

HMVC 结构图

HMVC adalah versi pengembangan dari Design Patern MVC (Model-View-Control). HMVC sendiri adalah singkatan dari Hierarchical Model View Control. Atau bisa kita bilang sebagai versi MVC yang diimplementasikan secara hirarkis. Hirarkis di sini maksudnya adalah hirarki folder (struktur folder) yang mana menjadi modul.

Kuncinya adalah, satu modul memiliki satu MVC, atau bisa dikatan lebih gampangnya adalah, satu modul memiliki masing2 file model, file view dan file controll. Meskipun masing-masing file tersebut tidak selamanya diperlukan, ada kalanya cuma perlu file view dan controll saja.

Contoh: Saya memiliki folder modules folder ini nantinya akan saya gunakan sebagai tempat menaruh modul-modul saya. Oke, sekarang anggaplah saya ingin membuat modul produk, maka saya buat folder produk di dalam folder modules maka struktur foldernya menjadi modules/produk, di dalam folder produk ini akan kita buat folder untuk masing-masing file MVC, dengan kata lain kita akan membuat folder bernama model, view control .

Jika digambarkan, maka struktur hirarki nya akan menjadi sebagai berikut:

-modules/
….|
…+—-produk/
…….|
……+—-model/
……+—-view/
……+—-control/

File-file model akan diletakkan dalam folder model, begitu juga file view dan file control (controller) akan diletakkan ditempatnya masing-masing sesuai nama foldernya.

Keuntungan dari design pater ini, terutama bagi aplikasi web adalah, modularitas file pada aplikasi yang dikelompokkan berdasarkan fungsinya. Contohnya, file-file yang berhubungan dengan produk ditempatkan pada modul produk (file view nya produk, file controllernya produk, dan file modelnya produk).

Maksud dari pengelompokkan folder berdasarkan fungsinya tersebut adalah agar ketika ada tambahan fungsi baru pada program, misal tadi ada fungsi produk kemudian teman kita sudah membuat fungsi user maka kita tinggal mengkopikan modul user yang telah dikerjakan oleh teman kita tersebut pada folder modules/ dengan demikian maka didalam folder modules/ sekarang ada dua folder, yaitu produk dan user. Singkatnya seperti itu.

Sampai tahap ini terlihat simpel dan mudah ketika kita melakukan kerja dalam team. Nyatanya cerita pewayangan, eh salah, cerita software development model HMVC ini belum berhenti sampai disini.

Ketika ada suatu update-an file yang sifatnya tidak spesifik pada modul, maksud saya adalah perubhan diluar folder modul, maka pada saat itu bentrok update-an akan bermunculan. Misalkan saya mengedit file style.css pada folder CSS/, maka ketika ada orang lain yang juga mengupdate file style.css tersebut dan ditimpakan pada folder CSS makan akan menimpa kepunyaan saya tadi. Dengan demikian model kolaborasi ini tidak efektif jika tidak ada komunikasi yang intens, sayangnya, kebanyakan programmer pada umumnya enggan berkomunikasi tentang update-an yang seperti ini. Kebanyakan hanya main replace-replace aja tanpa peduli versi baru file tsb. Akibatnya, ini akan menjadi bencana yang tak akan pernah reda.

Masalah lain yg timbul. Masalah lainnya adalah, jika dalam folder modul kita mengupdate file yang sama. Misalkan si A da si B bertugas mengerjakan module produk pada PC nya masing-masing. Ketika salah satu akan melakukan update source code, maka masing-masing akan saling menimpa file yang telah dibuat. Lagi-lagi tanpa komunikasi dari keduanya maka semua ini hanya akan menjadi spageti monster, alias kodingan yang acak-aduk amburadul. Dan lagi-lagi, kebanyakan enggan untuk berkomunikasi.

HMVC adalah Design Patern, bukan Source Code Management, jadi jangan disamakan fungsinya. Jangan disamakan fungsi Gelas dan Pisau, jenisnya saja beda, yg satu alat untuk minum yang satu alat untuk mengiris. Apalagi kategorinya, gelas teh dan pisau lipat, apa pun kategorinya, keduanya tidak bisa disandingkan untuk dijadikan pengganti. Begitu juga dengan HMVC dengan misalkan GIT atau Mercurial atau sejensnya.

HMVC design patern, tidak bisa menggantikan GIT, Mercurial, SVN dll yang jenisnya adalah Source Code Management.

Saya pernah terpaksa menggunakan HMVC sebagai pengganti Source Code Management, karena ikut aturan main team.

Berdasarkan pengalaman saya HMVC tidak bisa efektif untuk dijadikan pengganti Source Code Management, karena HMVC tidak diciptakan untuk itu dan HMVC pun bukan “itu” (Source code Management).

Semoga artikel ini berguna. Terimakasih.

Saya suka game, tapi tidak suka “Authestic Gamer”

Siapa yang tidak suka bermain game, hampir semuanya suka. Termasuk saya. Saya suka main game, tapi jarang-jarang, dan tidak sampai level maniak apalagi autistik.

Sekian kali saya mengalami kejadian yang sangat menyebalkan dan membuat saya jengkel. Banyak sekali cerita yang tidak mengenakan dengan para gamer yang saya dekati. Mulai dari menunda-nunda janji, hingga saya tidak bisa masuk kosan sampai beberapa menit (tengah malam sampai dicurigai orang) karena orang yang ada di dalam kosan pada sibuk main game. Bahkan suntuk hanya diam saja pun pernah.

Bayangkan ketika anda hendak makan, kemudian mengajak teman anda, dan teman anda ingin ikut dengan anda, namun dia meminta waktu untuk menyelesaikan game nya terlebih dahulu. Kemudian kita bermurah hati memberi dia waktu. Akan tetapi, ternyata setelah satu level/misi selesai, dia mengatakan tunggu sekali lagi. Dan setelah selesai, mengatakan tunggu sekali lagi. Pasti sebagai orang biasa kita akan jenuh, bete bahkan marah. Ketika perut kita keroncongan, kita disuruh nunggu teman kita yang sedang main game. Cara terbaik adalah, jangan ganggu mereka, kita langsung pergi saja tanpa mengajak mereka.

Cerita yang lain lagi, saya pernah tidak bisa masuk kosan karena pintu luar dikunci dan orang yang didalam sedang bermain game dan ketika dipanggil tidak mau datang. Menyedihkan, game lebih penting ketimbang pergaulan yang sebenarnya. Saya mengalami ini tidak cuma sekali. Dan saya sangat-sangat sedih sekali mengalaminya.

Beda cerita ketika waktu dahulu, saya datang ke suatu tempat mengunjungi teman, namun sayang disana saya hanya melihat teman saya bermain game, tidak ada obrolan. Obrolan dimulai setelah game nya selesai. Sangat menyedihkan.

Banyak sekali kejadian buruk yang saya alami ketika bertemu dengan gamer autis.

dokter-ngegame

gara-gara game

maingame-bayi-jaditewas

gara-gara game

cerai-karena-game

gara-gara game

 

Jangan menularkan prinsip negatif

Sering kali kita bertemu dengan rekanan bisnis atau juga atasan dengan masing-masing karakternya. Ada yg keep cool jaga jarak, tidak terlalu dekat dari sisi personal. Hanya dekat dari sisi bisnis saja. Ada juga yg dekat baik secara personal maupun bisnis.

Dekat scara personal itu ada plus ada minusnya, baik bagi kita maupun mereka. Negatifnya, masalah timbul ketika rekan tersebut atau bahkan kita sendiri menularkan pronsip-prinsip negatif dalam berbisnis. Misalkan, “kalau bisnis itu jangan pake hati, gausah memandang teman atau bukan”. Hal tersebut bagi saya adalah negatif, karena menghilangkan norma. Pada dasarnya bisnis pun punya aturan dan norma. Apakah anda mau memiliki uang banyak tapi semua orang membenci kita?

Dunia hanyalah fatamorgana, boleh kita hidup mewah, harus tetap menjunjung norma. Kalau kita saling menghormati, harga menghargai, pastilah khidupan ini indah. Dan anda pun akan menemukan orang-orang berkarakter positif seperti itu.

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.