Azwar
Berbagi cerita dan informasi
Sikap Ignorance, bumerang bagi kita
Posted by pada April 17, 2012
Terkadang kita punya janji terhadap orang lain atau ada kesepakatan dalam hal sosial, persahabatan, bisnis atau yang lain. Semakin kita banyak bergaul semakin sering pula kita berhubungan dengan orang lain.
Bagi seorang yang menapaki jalur bisnis, memiliki kenalan yang banyak bisa dibilang sesuatu yang wajar dan malah sering kali diharuskan. Dan hal tersebut memungkinkan kita untuk menjalin kerjasama dengan banyak orang. Namun ternyata, kerjasama dengan banyak orang dengan ikatan bisnis tanpa langkah yang matang bisa mengakibatkan kita keteteran. Pasti.
Bayangkan saja, ketika kita memiliki janji dengna 30 orang relasi bisnis kita misalnya, bagaimana cara mengaturnya? Mengatur waktu saja tidak cukup, karena bukan hanya janji pertemuan dan jandi deadline yang harus dijadwalkan. Lebih dari sekedar janji ketemu dan jandi deadline, adalah komunikasi. Ya, 30 orang tersebut akan selalu ingin berkomunikasi karena mereka punya kepentingan, dan ingin memantau kepentingannya tersebut. Masalahnya, mengatur komunikasi secara intens dengan 30 orang sekaligus dengan jarak yang jauh, karakter yg berbeda dan (mungkin) jenis bisnis yang berbeda bisa menjadi sangant sulit dilakukan. Tentu berbeda dengan cerita seorang bos yang punya asisten dan bisa mengatur semuanya itu entah dari segi jadwal, komunikasi, atau manajemen lainnya.
Namnun sayangya, terkadang orang kurang menyadari bahaya dari mengikat terlalu banyak orang. Memberikan janji (kepentingan) kepada banyak orang tentu akan membuat kita terus dihubungi oleh orang tsb. Kebanyakan orang akan bersikap ignorance, ketika apa yang dijanjikannya tsb belum dilaksanakan, belum selesai, belum tahu hasilnya,dan belum-belum yg lain. Misalkan kita mengikat janji dengan seseorang dalam hal bisnis pengadaan kaos seragam. Ketika kita ditanya apakah kaosnya sudah jadi atau belum, kemudian ketia menghindar dari pertanyaan tsb atau mematikan hp, tidak membalas sms, maka itu adalah sikap ignorance. Cenderung menghindar dan tidak mau mengakui kelalaiannya, yang dilakukan baik sengaja maupun tidak.
Saya kaget ketika mendengar ada seseorang yang ditagih janji oleh rekannya, namun orang tersebut tak kunjung muncul dan tak memberi kabar, kemudian rekannya tersebut membawa barang berharga di rumahnya untuk disita sementara.
Sikap ignorance tak selamanya harus diartikan negatif, terkadang kuta harus memahami kenapa dia bersikap ignorance. Diantaranya bisa disebabkan karena:
- Pernah merasa tersinggung dalam perbincangan kecil ataupun candaan
- Merasa terpojokkan pada suatu keadaan
- Merasa terancam
- Merasa bersalah karena belum menyelesaikan kewajibannya
- dll
Pada dasarnya setiap dari kita boleh bersikap ignorance selama itu dalam konteks yang baik dan selama tidak berlebihan. Karena jika berlebihan akan menjadi boomerang bagi kita, dan juga menjadi bencana bagi orang lain.
Jangan berbelanja di Minimarket
Posted by pada Maret 29, 2012
Ada kasus menarik yang sering dialami oleh orang-orang yang membeli barang di minimarket. Kasus tersebtu terjadi juga pada saya.
Tadi malam saya pergi berbelenja di salah satu Minimarket. Saya pun memilah milih apa yg saya butuhkan, tentu dengan mlihat harga yang tertera disitu.
Pada saat membayar, tidak seperti dugaan saya, total jumlah yang harus saya bayar ternyata lebih banyak dari apa yang saya perkirakan. Setibanya saya sampai di rumah, saya lihat struk pembayaran. Saya kaget karena selisih harga antara harga yang tertera di rak barang di minimarket tsb berbeda dengan harga yg tertera dengan struk. Harga yg di struk lebih mahal. Bukan sekedar Rp 500 atau Rp 1.000 tapi lebih mahal Rp. 3.000 sbuah selisih yang sangat fantastis. Malah teman saya ada yang pernah mendapatkan selisih Rp. 5.000 dan dia marah-marah karena harganya tidak sama (menipu).
Hmmm… tadinya saya mau protes, tapi apalah mau dikata, yang ada disitu hanya seorang kasir, protes ke dia juga paling percuma, minimal protesnya ke kepala toko. Yang pada saat itu sepertinya sudah pulang, (jam 10 malam).
Kesimpulannya, minimarket seringkali dijadikan alat untuk menipu konsumen, dengan melihat konsumen dengan segmen menengah ke bawah. Pihak minimarket bisa dengan semena-mena melakukan berbagai penipuan.
Kita pasti masih ingat pada waktu dulu ketika kita diberi kembalian dengan permen dengan alasan sedang tidak ada receh. Kalau tidak ada receh, bilang saja dari awal, agar pengunjung tidak membeli barang dulu, karena sedang tidak ada receh untuk kembalian. Bagaimana kalau kasusnya dibalik, bagaimana kalau kami selaku konsumen juga bisa membayar dengan permen. MAU??
Hal-hal yang seperti ini yang kadang membuat lucu dalam tanda kutip, sembrono alias sembarangan.
Mari sejahterkan rakyat kecil, mali berbelanja di kios atau warung atau pasar kalo memang sering pergi ke pasar.
Cerita Koneksi Internet – Fakir Bandwidth
Posted by pada Maret 5, 2012
Sebetulnya saya posting tulisan ini karena kekecewaan saya terhadap hampir semua operator seluler di Indonesia, berkaitan dengan layanan internet yang mereka sediakan.
Semakin hari, semakin banyak para pengguna jaringan internet berbasis modem mobile. Entah itu yang GSM maupun CDMA. Namun sayangnya, perkembangan atau pertambahan jumlah pemakai ini tidak diimbangi dengan peningkatan kualitas untuk mengimbangi jumlah pemakai. Akibatnya, kecepatan internet yang kita dapatkan adalah kecepatan internet kelas siput.
Banyak iklan di televisi yang mengatakan koneksi internet mereka cepat, bahkan ada yang bilang bahwa operatos tsb benci lembat, dan anti lambat. Buktinya, justru koneksinya sekelas dengan kecepatan siput. Super lelet.
Kecepatan yang stabil.
Jika kita bicara kecepatan yang stabil, apa yang sebenarnya dimaksudkan dengan kecepatan stabil? Kecepatan yang tidak berubah drastis secara tepat?! Yap, betul sekali. Tapi tahukan anda, jikalau anda mendapatkan kecepatan yang stabil di negara kita ini, maka yang anda dapatkan adalah kecepatan yang stabil lambatnya. Stabiiillll…. sekali lambatnya, kecepatannya tidak mau naik, tetep di angka yang segitu-gitu aja. Stabil leletnya.
Harga murah, harga mahal, sama saja.
Anda ingin menggunakan koneksi internet yang cepat, kemudian anda rela membayar mahal koneksi tersebut? Selama anda menggunakan modem seluler, maka saya pastikan anda akan kecewa. Uang melayang, kecepatan tinggi tak didapat. Saya berlangganan paket bawah 45rb dan paket agak atas sedikit 90rb, hasilnya, sama saja kecepatannya, hanya beda 10kB 20kB? Hanya beda sedikit, apa artinya? Bahkan ada teman saya yang sampai berlangganan 900rb perbulan, hasilnya?? Super lelet… Saya akui memang, uang buat dia bukanlah suatu masalah, tapi koneksi internet yang didapat sangant tidak sebanding. Keterlaluian harganya dan keterlaluan lambatnya.
Tidak ada true unlimited.
Jangan percaya dengan operator manapun yang menawarkan paket True Unlimited, istilah ini hanyalah istilah jebakan. Seunlimited-unlimitednya kecepatan internet anda, hanya merambat berkisar 40kB/s (bedakan antara kb dan kB). Jika anda berlangganan paket unlimited yang tanpa kuota, maka anda akan mendapatkan kecepatan siput. Namun jika anda berlangganan volume based, anda akan mendapatkan kecepatan super, karena semakin super kecepatan internet paket volume based tersebut, maka semakin super cepat habis pula uang anda. Volume based == menguras kantong dengan super cepat.
Hati-hati dengan sisa pulsa.
Jika anda mengisi pulsa 100rb, kemudian anda mendftarkan 90rb untuk paket internet pilihan anda, maka berhati-hatilah. Sisa pulsa yang 10rb akan dirampok di akhir bulan. Jadi, biasakanlah teliti dan berhati-hati, jika perlu. Anda bisa memakai 10rb terlebih dahulu untuk apa pun terserah anda. Setelah sudah tinggal 90rb pas, atau lebih sedikit, barulah anda registrasikan pulsa tsb. Intinya, berhati-hatilah dengan sisa pulsa anda, jangan mau direnggut, jangna mau dicuri, jangan mau dirampas. Jika operator bisa merampok 10rb dari sisa pulsa tiap bulan, dikalikan dengan sekian juta pelanggan. Maka berapa milyar saja uang hasil rampokan tsb bisa terkumpul?? Wahai anda yang membaca tulisan ini, sadarlah dan ingatkanlah orang-orang disekitar anda.
Berikut ini adalah kecepatan internet yang saya dapat ketika saya berlangganan paket premium. Paket premium == kecepatan siput.
Percayalah, jangan mau membayar mahal untuk internet cepat dengan modem seluler, operator manapun…! Lebih baik anda berlangganan paket hemat saja. Atu jika anda tetep ingin dan mau membayar mahal untuk internet kecepatan tinggi, maka janganlah berlangganan pada provider seluler. Berlangganan saja dengan perusahaan ISP murni. Jangan lupa juga, jangan ragu-ragu untuk bertanya.






Komentar terbaru