Azwar

Berbagi cerita dan informasi

Bekerja dengan skill opensource pada perusahaan penganut propitiary, bolehkah?

Category:Created with Inkscape

logo Inkscape

logo gimp

logo Gimp

Saya punya teman yang kebetulan ketularan semangan opensource saya. Skill dia lebih ke web design dan segala sesuatu yang berhubungan dengan desain. Karena dia ketularan saya maka software yang digunakannya untuk keperluan tersebut berupa software-software opensource. Bagus, berari saya membawa pengaruh positif di lingkungan saya. Hehehe… (narsis). Ketika dia ingin membuat suatu gambar vector, dia menggunakan Inkscape. Inkscape ini adalah software pengganti Corel Draw. Sangat fleksibel, simple dan powerfull…. Ketika dia akan coding sytax HTML, CSS ataupun JavaScript, dia menggunakan Eclipse sebagai editornya. Dia sangat suka dengan Eclipse, meskipun sudah terlanjur terjebur ke Dreamwever dan terbiasa dengan WYSWYG yang disediakan Dreamweaver. Sistem Operasi (OS) dia pun menggunakan Linux. Dia sangat suka karena stabil. Dia juga senang mendownload Themes untuk Linuxnya. Sinkat kata, dia jatuh cinta dengan dunia yang saya kenalkan, dunia OpenSource. Dunia kebebasan dan gotong-royong.

Masalah mulai timbul ketika dia memikirkan untuk bekerja di suatu perusahaan/beberapa perusahaan yang menggunakan tools propitiary sebagai alat kerjanya. Sebagai contoh, software image editing-nya menggunakan Adobe PhotoShop dan vector drawingnya menggunakan Adobe Ilustrator atau CorelDraw. Sebetulnya, software-software yang disebutkan di atas bisa di replace dengan software opensource, contoh:

  • Adobe Photoshop diganti dengan Gimp
  • CorelDraw / Adobe Ilustrator diganti dengan Inkscape

www.inkscape.org
www.gimp.org

 

Sekarang teman saya dan saya punya pertanyaan yang sama.

  1. Apakah boleh, bekerja pada perusahan yang menggunakan software propitiary menggunakna software opensource yang telah dikuasai sebagai pengganti software-software propitiary di atas?
  2. Apakah ada (banyak) perusahaan di Indonesia ini yang menganut opensource dan menggunakn tools-tools opensource?

Jika perusahaan penganut propitiary tersebut menyediakan license untuk tiap designer-nya, tidak masalah, teman saya tersebut tinggal pakai saja software tersebut atau belajar kembali seandainya ada yang lupa.

Mengenai pertanyaan di atas, bagaimana menurut pendapat anda?

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: