Azwar

Berbagi cerita dan informasi

Sikap Ignorance, bumerang bagi kita

Terkadang kita punya janji terhadap orang lain atau ada kesepakatan dalam hal sosial, persahabatan, bisnis atau yang lain. Semakin kita banyak bergaul semakin sering pula kita berhubungan dengan orang lain.

Bagi seorang yang menapaki jalur bisnis, memiliki kenalan yang banyak bisa dibilang sesuatu yang wajar dan malah sering kali diharuskan. Dan hal tersebut memungkinkan kita untuk menjalin kerjasama dengan banyak orang. Namun ternyata, kerjasama dengan banyak orang dengan ikatan bisnis tanpa langkah yang matang bisa mengakibatkan kita keteteran. Pasti.

Bayangkan saja, ketika kita memiliki janji dengna 30 orang relasi bisnis kita misalnya, bagaimana cara mengaturnya? Mengatur waktu saja tidak cukup, karena bukan hanya janji pertemuan dan jandi deadline yang harus dijadwalkan. Lebih dari sekedar janji ketemu dan jandi deadline, adalah komunikasi. Ya, 30 orang tersebut akan selalu ingin berkomunikasi karena mereka punya kepentingan, dan ingin memantau kepentingannya tersebut. Masalahnya, mengatur komunikasi secara intens dengan 30 orang sekaligus dengan jarak yang jauh, karakter yg berbeda dan (mungkin) jenis bisnis yang berbeda bisa menjadi sangant sulit dilakukan. Tentu berbeda dengan cerita seorang bos yang punya asisten dan bisa mengatur semuanya itu entah dari segi jadwal, komunikasi, atau manajemen lainnya.

Namnun sayangya, terkadang orang kurang menyadari bahaya dari mengikat terlalu banyak orang. Memberikan janji (kepentingan) kepada banyak orang tentu akan membuat kita terus dihubungi oleh orang tsb. Kebanyakan orang akan bersikap ignorance, ketika apa yang dijanjikannya tsb belum dilaksanakan, belum selesai, belum tahu hasilnya,dan belum-belum yg lain. Misalkan kita mengikat janji dengan seseorang dalam hal bisnis pengadaan kaos seragam. Ketika kita ditanya apakah kaosnya sudah jadi atau belum, kemudian ketia menghindar dari pertanyaan tsb atau mematikan hp, tidak membalas sms, maka itu adalah sikap ignorance. Cenderung menghindar dan tidak mau mengakui kelalaiannya, yang dilakukan baik sengaja maupun tidak.

Saya kaget ketika mendengar ada seseorang yang ditagih janji oleh rekannya, namun orang tersebut tak kunjung muncul dan tak memberi kabar, kemudian rekannya tersebut membawa barang berharga di rumahnya untuk disita sementara.

Sikap ignorance tak selamanya harus diartikan negatif, terkadang kuta harus memahami kenapa dia bersikap ignorance. Diantaranya bisa disebabkan karena:

  • Pernah merasa tersinggung dalam perbincangan kecil ataupun candaan
  • Merasa terpojokkan pada suatu keadaan
  • Merasa terancam
  • Merasa bersalah karena belum menyelesaikan kewajibannya
  • dll

Pada dasarnya setiap dari kita boleh bersikap ignorance selama itu dalam konteks yang baik dan selama tidak berlebihan. Karena jika berlebihan akan menjadi boomerang bagi kita, dan juga menjadi bencana bagi orang lain.

Iklan

2 responses to “Sikap Ignorance, bumerang bagi kita

  1. rikoy April 17, 2012 pukul 7:37 pm

    Super sekali pa Azwar, kalau boleh saya berkomentar, ketika kita bekerja, ketika kita membuat janji dan ketika kita berusaha untuk melaksanakan janji kita hendaknya semata-mata hanya untuk Allah, karena apabila kita berserah kepadaNya maka segala hambatan niscaya akan bisa teratasi. Kata-kata diatas saya kutip dari ucapan bapak Soegianto, selaku mantan direktur RND tempat saya dulu bekerja.

    Namun dalam hal ini menurut saya sebaiknya kita harus bisa memilah dan memilih dalam membuat perjanjian. “Jangan terpedaya dengan uang”, sebaiknya kita harus memikirkan apa resiko atau kendala yang akan terjadi di kemudian hari. Yang penting kita yakin bisa menjalakan perjanjian itu. Agar tidak ada orang yang dirugikan/tersakiti oleh kita.

    Lebih baik mengambil 3 atau 5 kesepakatan yang pasti kita bisa kerjakan, daripada mengambil 10 kesepakatan yang belum tentu kita bisa lakukan.

    Burung irian burung cendrawasih, cukup sekian dan terima kasih

    –nitip lapak darisana.wordpress.com 😀

    • azwar April 17, 2012 pukul 9:44 pm

      Betul sekali agan rikoy… 😀

      Saya kaget mendengar salah satu dari teman saya disita perabotnya dikarenakan terbelit masalah karena mengikat kontrak dengan banyak orang dengan bisnis yang berbeda-beda. Dan semuanya menagihnya. Saya hanya bisa mencoba untuk belajar dari pengalamannya tsb.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: