Azwar

Berbagi cerita dan informasi

Belajar dari Kupu-kupu : Sabar dan Komitmen

kupu-kupu

kupu-kupu (Photo credit: Wikipedia)

Setiap kali kita lihat kupu warna-warni yang terbang di dekat bunga atau tanaman pasti kita melihatnya dengan begitu indah. Kupu-kupu memang diciptakan dengan keindahannya. Meskipun ada kupu yang hanya memiliki sedikit corak warna, namun kupu tersebut tetap cantik, kepakan sayapnya pun sudah sangat indah untuk dilihat. Namun dibalik keindahannya tersebut ada suatu hal yang harus kita pelajari dibaliknya, yang bisa kita jadikan pelajaran bagi hidup.

Kupu-kupu sangat, sangat, sangat bersabar sekali dalam menjalani tahapan hidupnya. Mulai dia semenjak masih berupa ulat hingga menjadi kupu-kupu. Kupu begitu sabar, selama menjadi kepompong dia rela tidak melakukan apa-apa, tidak meronta-ronta untuk keluar dari cangkang kepompong. Kupu-kupu paham betul bahwa fase tersebut adalah fase yang akan membawa dirinya menuju hidup yang dipenuhi dengan keindahan. Dia paham betul dengan bersabar dan bersemedi seperti itu dia akan menjadi mahluk yang sukses. Betul sekali, kupu-kupu yang menjalani tahap hidup dengan benar akan mendapati dirinya sebagai kupu yang cantik dan normal.

Seorang ahli melakukan percobaan pada kupu, dia mencoba membantu calon kupu keluar dari kepompong, dalam hal ini berarti calon kupu tidak keluar dari kepompong pada waktunya. Ternyata, hasilnya, kupu tersebut tidak bisa terbang dengan baik, dan memiliki postur tubuh yang tidak lazim, serta tidak seindah kupu lainnya.

Saya berusha mencontoh sifat sabar ini dalam tahapan kehidupan saya. Tak apa-apa lah saya tidak mendpatkan penghasilan untuk sementara waktu, saya bersabar untuk sesuatu yang besar nantinya, kesabaran ini adalah salah satu bentuk ihtiar, ihtiar untuk tetap menahan diri dari godaan yang membuat saya tidak fokus.

Selain sabar dan fokus. Kupu juga memberikan contoh tentang komitmen. Betapa komitmennya dia menjalani hidupnya sebagai kepompong. Padahal siap yang tidak betah dengan diam saja seperti itu, tidak pergi mencari makan dan minum, tidak bisa menghinggapo bunga yang indah. Namun sang kupu sadar, semua ada masanya, dan karena dia sadar dia tetap komitmen dengan jalan hidup yang dilakoninya. Komitmen menahan diri menikmati sesuatu yang singkat demi mendapatkan keindahan jangka panjang. Komitmen untuk tidak terbang dan kabur dari cangkang kepompong. Serta komitmen untuk menjalani tugasnya dengan ‘bersemedi’.

Sorang bercerita pada saya bahwa dia lebih suka bekerja langsung ketimbang masuk mendaftarkan kuliah, padahal orang tuanya menyuruhnya untuk berkuliah dan mampu. Menurutnya, kuliah hanya menghabiskan biaya (memang betul). Sedangkan dengan bekerja langsung, dia bisa membantu orang tuanya. Masaku akal. Namun saya bercerita pada dia bahwa, dia memang bisa mendapatkan uang pada saat itu, namun jumlahnya sedikit. Dengan berkuliah, bersabar menahan diri untuk tidak mendapatkan uang terlebih dahulu, dia bisa memperoleh penghasilan yang jauh lebih baik. Katakanlah ketika dia tidak berkuliah dia hanya bekerja sebagai buruh pabrik, dengan berkuliah, dia bisa mendapatkan pekerjaan yang lebih baik dengan penghasilan yg lebih baik pula. Sabar menjalani proses, itu intinya. Cerita ini hanyalah contoh sederhana, pusatkan perhatian kita pada penerapan sabar dan komitmen pada cerita ini.

Jika tidak sabar, kita akan susah berkomitmen, jika tidak komitmen kita akan susah untuk fokus

Azwar Akbar  – 2012

Sekian dulu tulisan dari saya, semoga saya bisa mencontoh sifat baik yg ada pada kupu-kupu. Semoga berguna bagi pembaca sekalian.

Iklan

2 responses to “Belajar dari Kupu-kupu : Sabar dan Komitmen

  1. Bang Uddin April 11, 2014 pukul 10:12 am

    BELAJAR SABAR

    Belajarlah sabar sebagaimana sabarnya ulat yang menanti menjadi kepompong, begitupun sang kepompong harus bersabar sebelum menjadi seekor kupu-kupu yang indah.

    Belajarlah sabar sebagaimana sabarnya kaktus yang bertahan di padang pasir yang panas, sabar untuk menanti mekarnya kuncup bunga sebagai penghiburnya.

    Belajarlah sabar sebagaimana sabarnya bumi menanti hujan yang turun dari langit, sabar untuk menumbuhkan biji-bijian dalam perutnya.

    Sabar… bukan berarti lemah, bukan pula berarti kalah.
    Justru sabar adalah benteng keselamatan dari keputusasaan
    Sabar berarti tawakal atas segala ujian.

    “Tidaklah seseorang mendapatkan pemberian yang lebih baik dan lebih lapang daripada kesabaran.”
    (HR. Bukhari dan Muslim).

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: