Azwar

Berbagi cerita dan informasi

Saya suka game, tapi tidak suka “Authestic Gamer”

Siapa yang tidak suka bermain game, hampir semuanya suka. Termasuk saya. Saya suka main game, tapi jarang-jarang, dan tidak sampai level maniak apalagi autistik.

Sekian kali saya mengalami kejadian yang sangat menyebalkan dan membuat saya jengkel. Banyak sekali cerita yang tidak mengenakan dengan para gamer yang saya dekati. Mulai dari menunda-nunda janji, hingga saya tidak bisa masuk kosan sampai beberapa menit (tengah malam sampai dicurigai orang) karena orang yang ada di dalam kosan pada sibuk main game. Bahkan suntuk hanya diam saja pun pernah.

Bayangkan ketika anda hendak makan, kemudian mengajak teman anda, dan teman anda ingin ikut dengan anda, namun dia meminta waktu untuk menyelesaikan game nya terlebih dahulu. Kemudian kita bermurah hati memberi dia waktu. Akan tetapi, ternyata setelah satu level/misi selesai, dia mengatakan tunggu sekali lagi. Dan setelah selesai, mengatakan tunggu sekali lagi. Pasti sebagai orang biasa kita akan jenuh, bete bahkan marah. Ketika perut kita keroncongan, kita disuruh nunggu teman kita yang sedang main game. Cara terbaik adalah, jangan ganggu mereka, kita langsung pergi saja tanpa mengajak mereka.

Cerita yang lain lagi, saya pernah tidak bisa masuk kosan karena pintu luar dikunci dan orang yang didalam sedang bermain game dan ketika dipanggil tidak mau datang. Menyedihkan, game lebih penting ketimbang pergaulan yang sebenarnya. Saya mengalami ini tidak cuma sekali. Dan saya sangat-sangat sedih sekali mengalaminya.

Beda cerita ketika waktu dahulu, saya datang ke suatu tempat mengunjungi teman, namun sayang disana saya hanya melihat teman saya bermain game, tidak ada obrolan. Obrolan dimulai setelah game nya selesai. Sangat menyedihkan.

Banyak sekali kejadian buruk yang saya alami ketika bertemu dengan gamer autis.

dokter-ngegame

gara-gara game

maingame-bayi-jaditewas

gara-gara game

cerai-karena-game

gara-gara game

 

Iklan

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

%d blogger menyukai ini: