Azwar

Berbagi cerita dan informasi

Category Archives: OpenSource

Persepsi Salah Tentang Menggunakan OpenSource

OpenOffice.org 3.0 Splashscreen on GNU/Linux

Image via Wikipedia

Artikel ini ditulis untuk orang yang belum tahu tentang dunia opensource secara umum.

Bagi yang sudah tahu, anda tidak perlu membaca artikel ini. 🙂

Orang berpikir bahwa yang namanya OpenSource hanyalah Linux (harus ditulis GNU/Linux). Orang awam kebanyakan hanya tahu GNU/Linux saja yg OpenSource, padahal bukan, malah banyak.

Walaupun tidak menggunakan GNU/Linux sebagai Operating System-nya, kita juga bisa menggunakan OpenSource. Jika menggunakan Windows dan anda menginstall Inkscape atau Gimp atau OpenOffice (sekarang LibreOffice) aplikasi OpenSource lainnya, berarti anda telah mengunakan produk OpenSource. Jadi menggunakan produk OpenSource tak selamanya harus digunakan di atas GNU/Linux.

Untuk menggunakan produk OpenSource, anda tidak harus mahir pemrograman atau sebangsanya.

Untuk menggunakan produk OpenSource anda tidak harus menjadi seorang programmer. Produk OpenSource bukan hanya untuk programmer saja, tapi untuk semua orang tanpa terkecuali.

Menggunakan produk OpenSource tidak harus repot, tidak harus!

Kesalahan terbesar adalah suatu pendapat yang mengatakan: “OpenSource itu hanya untuk Developer, jika hanya user, tidak usah menggunakan OpenSource, gunakan saja yg berbayar atau gratis tapi closed”

Sekarang, ijinkan saya untuk men jelaskannya.

Apakah produk OpenSource itu hanya untuk programmer? Jawabannya, tidak… Produk OpenSource itu banyak dan tidak hanya untuk programmer. Contoh:

  • Aplikasi Grafis untuk para designer :
    Inkscape, Gimp, Blender, Skencil, Xara Xtreme,  dan masih banyak lagi.
  • Aplikasi 3D untuk animator:
    Blender, Structure Synth, K3D, Sweet Home 3D, Wing Polygon mesh modeller dan sebagainya.
  • Aplikasi Audio untuk para DJ atau juga Music composer:
    LMMS (favorit saya), Aeolus (organ composer), Audacity, Racarrack, Rosegarden, Songwrite, daaaaaannn lain-lain….
  • Aplikasi perkantoran untuk orang umum:
    LibreOffice, Abiword, dsbg.
  • Bahkan para Gammer juga bisa menikmati produk OpenSource:
    Nexuiz, Battle Tanks, FreeDroid, Glest, Hedgewars / Wormux, daaaann lain-lain (tentu game-game ini bisa dimainkan juga di Windows). Capek nyebutinnya.

Saya rasa tidak perlu saya sebutkan semuanya untuk membuktikan bahwa OpenSource tidak hanya untuk Developer/programmer.

Sekarang jelaslah sudah bahwa, kita tidak harus menggunakan Linux untuk dapat menikmati produk OpenSource, anda bisa menginstall aplikasi-aplikasi OpenSource tersebut di atas di Windows dan itu sah-sah saja.

Anda tidak perlu butuk skill pemroraman untuk menggunakan produk OpenSource, jika anda masih menggunakan Windows, install saja program OpenSource di Windows anda. Misalkan, anda menginstall Inkscape, tinggal klik-klik, selesai. Jadi, apakah butuh skill pemrograman (membuat program)?? Tentu saja untuk melakukan hal ini kita tidak butuh skill pemrograman.

Bahkan jika anda menggunakan HP Android (Android adalah salah satu produk OpenSource), apakah anda butuh skill pemrograman? Wakakaka… tentu tidak perlu bukan???  Anda hanya butuh cara menggunakan HP tersebut, sentuh/pencet tombol, ini itu, ini itu, beres…

Melalui penjelasan yang singkat ini, saya harap anda bisa sadar dan paham betul, bahwa menggunakan produk OpenSource itu tidak harus seperti programmer atau bahkan menjadi programmer. Pendapat yang mengatakan bahwa hanya Developer/Programmer yang boleh/bisa/cocok menggunakan produk OpenSource adalah pendapat yang terbukti salah dan mutlak salah.

Semangat OpenSource adalah semangat untuk berbagi, tidak hanya untuk kalangan Developer/Programmer, tapi untuk semuanya. Berkontribusi di OpenSource juga tidak harus selalu melalui koding (menyumbangkan kode program), tapi bisa juga menyumbang dg ide, melaporkan bugs, membuatkan themes graphic, icon, wallpaper, berdonasi dg uang dan sebagainya.

Mari saling memberi dan saling berbagi. 🙂

Iklan

Shutdown Apache web server di GNU/Linux

Saat ini saya sedang memanage server GNU/Linux.

Sebetulnya saya tidak butuh Apache web server karena aplikas web saya tidak menggunakan Apache sebagai web servernya. Tapi masalahnya saya butuh untuk menjalankan Admin Control Panel yang berbasis web.

Tak masalah, saya jalankan dulu Apache-nya, setelah saya selesai menggunakannya (untuk Admin Control Panel tadi) saya tinggal matikan, demi menghemat memori dan processor.

Karena saya harus menggunakan SSH, maka saya cukup login dengan SSH (artikel cara login bisa dicari di internet) dan setelah masuk, cukup ketikkan perintah:

kill -TERM `cat /usr/local/apache2/logs/httpd.pid`

kill : adalah perintah untuk menghentikan service proses pada Linux, perintahnya diikuti dengan Process ID (pid), bisa diketikan ID nya langsung, atau bisa juga dilakukan seperti cara di atas.

Buku Python Gratis, Lisensi OpenSource.

Buku python: Python Logo

Image via Wikipedia

Saya tidak sengaja menemukan buku bagus tentang python. Buku python ini gratis dan legal untuk di-copy-copy. Buku ini berlisensi opensource.

Ini dia daftar beberapa buku python yang saya maksud:

  1. Dive into Python
  2. Building Skills in Python
  3. Building Skills in Object-Oriented Design
  4. The Standard Python Library
  5. The Django Book
  6. The Pylons Book
  7. Invent Your Own Computer Games with Python
  8. A Byte of Python (mudah dipelajari)
  9. dan beberapa lagi lainnya… (bisa dicari di google: free python book)

Dari sekian buku ini, ada yang dalam bentuk PDF ada juga yang dalam bentuk HTML, lumayan, malah ada beberapa yang dari penerbit Apress.

Benar-benar gratis dan legal untuk di-copy kesana-kemari.

Bagi teman-teman yang punya rekomendasi buku python gratis dan legal opensource, bisa dishare disini melalui comment.

List buku tersebut saya update tgl 8 Jan 2012

http://www.itmaybeahack.com/homepage/books/oodesign.html

Error update di Blankon Ombilin

Saya sedang butuh aplikasi tambahan untuk di-install di GNU/Linux Blankon saya. Versi yang saya pakai sekarang adalah Ombilin.

Saya butuh beberapa software tambahan seperti subversion, compiler dan beberapa library. Sayangnya ketika saya coba install, ternyata paketnya gagal di download. Awalnya saya kira karena koneksinya time-out, tapi ternyata tidak. Oh yasudah sepertinya ada yang salah dengan server reponya, saya harus ganti server repo yg lain.

Ada saran repo blankon tercepat di negara kita ini? Atau saya harus menggunakan repo Ubuntu saja?

Dibenak saya sekarang cuma ada 2 pilihan, yaitu mengganti alamat reponya menuju ke repo server Ubuntu atau saya download aplikasinya stand alone satu satu, tanpa harus mendownload melalui repo. Tapi susah, karena masalah dependensi. Takutnya ada dependency yang belum terinstall.

 

gagal update

gagal install subversion di blankon

gagal install subversion

Bekerja dengan skill opensource pada perusahaan penganut propitiary, bolehkah?

Category:Created with Inkscape

logo Inkscape

logo gimp

logo Gimp

Saya punya teman yang kebetulan ketularan semangan opensource saya. Skill dia lebih ke web design dan segala sesuatu yang berhubungan dengan desain. Karena dia ketularan saya maka software yang digunakannya untuk keperluan tersebut berupa software-software opensource. Bagus, berari saya membawa pengaruh positif di lingkungan saya. Hehehe… (narsis). Ketika dia ingin membuat suatu gambar vector, dia menggunakan Inkscape. Inkscape ini adalah software pengganti Corel Draw. Sangat fleksibel, simple dan powerfull…. Ketika dia akan coding sytax HTML, CSS ataupun JavaScript, dia menggunakan Eclipse sebagai editornya. Dia sangat suka dengan Eclipse, meskipun sudah terlanjur terjebur ke Dreamwever dan terbiasa dengan WYSWYG yang disediakan Dreamweaver. Sistem Operasi (OS) dia pun menggunakan Linux. Dia sangat suka karena stabil. Dia juga senang mendownload Themes untuk Linuxnya. Sinkat kata, dia jatuh cinta dengan dunia yang saya kenalkan, dunia OpenSource. Dunia kebebasan dan gotong-royong.

Masalah mulai timbul ketika dia memikirkan untuk bekerja di suatu perusahaan/beberapa perusahaan yang menggunakan tools propitiary sebagai alat kerjanya. Sebagai contoh, software image editing-nya menggunakan Adobe PhotoShop dan vector drawingnya menggunakan Adobe Ilustrator atau CorelDraw. Sebetulnya, software-software yang disebutkan di atas bisa di replace dengan software opensource, contoh:

  • Adobe Photoshop diganti dengan Gimp
  • CorelDraw / Adobe Ilustrator diganti dengan Inkscape

www.inkscape.org
www.gimp.org

 

Sekarang teman saya dan saya punya pertanyaan yang sama.

  1. Apakah boleh, bekerja pada perusahan yang menggunakan software propitiary menggunakna software opensource yang telah dikuasai sebagai pengganti software-software propitiary di atas?
  2. Apakah ada (banyak) perusahaan di Indonesia ini yang menganut opensource dan menggunakn tools-tools opensource?

Jika perusahaan penganut propitiary tersebut menyediakan license untuk tiap designer-nya, tidak masalah, teman saya tersebut tinggal pakai saja software tersebut atau belajar kembali seandainya ada yang lupa.

Mengenai pertanyaan di atas, bagaimana menurut pendapat anda?